Table of Contents

Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar

 ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH UMUM

Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang cakap dan ahli dalam bidang yang ditekuninnya dan mengabdikan  ke masyarakat,  pada umumnya  mempunyai seperangkat kemampuan yang terdiri atas :

  1. Kemampuan Akademik
  2. Kemampuan Profesi
  3. Kemampuan Pribadi

Kemampuan tersebut bertujuan untuk emberikan kahlian dalam bidangnya dan menerapkan di dalam masyarakat. Adapun pemampuan pribadi dapat dicapai di dalam Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), yaitu : Pancasila, Agama, Kewiraan, Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa, Ilmu Alamiah Dasar (IAD), Ilmu Sosial Dasar (ISD), dan Ilmu Budaya Dasar.

Tujuh Mata Kuliah Dasar Umum diatas dikelompokan menjadi 2 bagian. Kelompok pertama : Pancasila, Agama, Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa dan Kewiraan. Kelompok ini diharapkan dapat memberikan dasar pedoman untuk bertindak sebagai warga negara terpelajar. Kelompok ke dua : IAD, ISD, dan IBD. Kelompok ini diharapkan dapat meningkatkan kepekaan mahasiswa dengan lingkungan alamiah, sosial dan budaya.

     Secara spesifik kemampuan pribadi yang hendak dicapai memalui MKDU bertujuan menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :

  1. Taqwa kepada Tuhan YME
  2. Berjiwa pancasila
  3. Memiliki wawasan sejarah perjuangan bangsa
  4. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral
  5. Memiliki wawasan budaya yang luas

Tema pokok perkuliahan ISD sebagai bagian dari MKDU adalah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya.

Pengertian, Tujuan, ISD dan IPS

Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia. Tegasnya mata kuliah ISD diberikan untuk memberikan pengetahauan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dlam menghadpi lingkungan sisial dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya

Tujuan.

  1. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial  yang ada dalam masyarakat.
  2. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
  3. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat sosial yang timbul dalam masyarakat bersifat kompleks dan hanya mendekatinya, mempelajarinya secara kritis interdisipliner.
  4. Memiliki jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

Ilmu Sosial Dasar Dan Ilmu Pengetahuan Sosial

Persamaan antara keduanya adalah

  1. Bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
  2. Bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
  3. Mempunyai materi dari kenyataan sosial dan masalah sosial.

Perbedaan antara keduanya adalah

  1. ISD diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan IPS diberikan di SD dan sekolah lanjutan.
  2. ISD satu matakuliah tunggal, IPS merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan)
  3. ISD diarahkan untuk pembentukan sikap dan kepribadian, IPS diarahkan untuk pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.

Ruang Lingkup ISD

Materi ISD terdiri atas masalah-masalah sosial. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran ISD dapat dibedakan atas 3 golongan yaitu :

  1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial.
  2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar.
  3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkalitan.

Perkuliahan ISD terdiri dari 8 pokok bahasan yang dihaarapkan mempelajari dan memahaminya adanya :

  1. Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
  2. Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
  3. Masalah pemuda dan sosialisasi.
  4. Masalah hubungan antara warga negara dan negara.
  5. Masalah pelapisan sosial dan keasamaan derajat.
  6. Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
  7. Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
  8. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber : https://multi-part.co.id/