KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN

Table of Contents

KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN

KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
  1. Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia.
  1. Zaman Batu Sampai Zaman Logam.

Terbagi dalam :

  1. Zaman batu tua (Palaeolithikum)

Alat-alat batu bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar-kasar, misalnya kapak genggam.

  1. Zaman batu muda (Neolithikum)

Bertempat tinggal mulai menetap, membuat rumah, membuat kelompok masyarakat, bertani, beternak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Juga ditemukan bahwa manusia-manusia pada zaman itu telah mengenal dan memiliki kepandaian mencairkan logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan-cetakan serta mendinginkannya.

  1. Kebudayaan Hindu, Budha dan Islam
  2. Kebudayaan Hindu dan Budha

Masuknya budaya Hindu pada abad ke-3 dan ke-4 khususnya ke Pulau Jawa. Kebudayaan Hindu berasal dari India. Abad ke-5 ajaran Budha masuk ke Indonesia khususnya pulau Jawa. Ajaran Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada Hindu, sebab budha menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.

  1. Kebudayaan Islam

Abad ke-15 dan ke-16 agama Islam berkembang di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut Wali Sanga.

  1. Kebudayaan Barat

  Awal kebudayaan barat masuk ketika penjajahan masuk ke Indonesia, terutama Belanda (VOC). Kemudian berkembang dua lapisan sosial :

  1. Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh.
  2. Lapisan sosial kaum pegawai.

Sehubungan dengan itu, Indonesia yang mempunyai watak dan kepribadian Timur yang dimiliki tidaklah diabaikan tetapi disesuaikan dengan kebudayaan yang baru itu. Sehubungan dengan itu, penjelasan UUD 1945 memberikan rumusan tentang kebudayaan bangsa Indonesia adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya.

Kebudayaan dan Kepribadian

                Kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan. Sifat-sifat kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu kelompok masyarakat dapat dikukuhkan sebagai hukum adat. Di luar itu, ciri-ciri kepribadian suatu kelompok masyarakat/bangsa, juga tercermin dalam penampilan sifat hidup sehari-hari.

  1. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
  1. Pertumbuhan Individu
  2. Pengertian Individu

Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang terbagi. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan : menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitas atau takluk terhadap kolektif, dan mempengaruhi masyarakat seperti adanya tokoh pahlawan atau pengacau.

  1. Pengertian Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yang semula, mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.

  1. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan
  2. Pendirian Nativistik

Pertumbuhan individu itu semata-mata ditemtukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.

  1. Pendirian Empiristik dan Environmentalistik

Pendirian Empiristik adalah pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperanan sama sekali. Pendirian environmentalistik adalah pendirian yang menolak dasar dalam pertumbuhan individu dan lebih jauh menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lingkunganlah yang banyak dibicarakan.

  1. Pendirian Konvergensi dan Interaksionaisme

Konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

  1. Tahap Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi

Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa fase, yaitu :

  1. Masa vital : 0.0-2.0 tahun.
  2. Masa estetik : 2.0-7.0 tahun.
  3. Masa intelektual : 7.0-13.0 atau 21.0 tahun.
  4. Masa sosial : 13.0 atau 14.0 tahun-20.0 atau 21.0 tahun.
  1. Masa vital

Masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya

  1. Masa Estetik

Masa estetik ini dianggap masa pertumbuhan rasa keindahan atau masa pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi panca indera.

  1. Masa intelektual (masa keserasian bersekolah)

Sifat khas pada anak-anak pada masa ini adalah :

  1. Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah.
  2. Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan, permainan yang tradisional.
  3. Adanya kecenderungan memuji diri sendiri.
  4. Kalau tidak dapat menyelesaikan suatu soal maka soal itu dianggap tidak penting.
  5. Senang membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain.
  6. Adanya minat kepada kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit.
  7. Amat realistik, ingin tahu, ingin belajar.
  8. Gemar membentuk kelompok sebaya.

Sifat-sifat khas dapat dirangkum menjadi :

  1. Ditunjukan untuk berkuasa yang menimbulkan tingkah laku dari perbuatan yang ditujukan berkuasa, apa yang diinginkan, yang dijadikan idam-idaman adalah sekuat, sejujur, semenang dll.
  2. Tingkah laku ekstrovers yaitu perbuatan yang berorientasi ke luar dirinya, yang dapat mendorong untuk menyaksikan keadaan-keadaan dunia di luar dirinya dan untuk mencari teman sebaya untuk memenuhi kebutuhan psikisnya.
  1. Masa remaja
  2. Masa pra remaja.

Terjadinya gejala-gejala yang pada umumnya berpangkal pada biologis yaitu mulai bekerjanya kelenjar-kelenjar kelamin, yang dapat membawa perubahan-perubahan cepat dalam diri si remaja yang sering kali perubahan-perubahan yang cepat ini belum mereka fahamisehingga dapat menimbulkan rasa ragu-ragu, kurang pasti dan bersifat malu.

  1. Masa remaja.

Fase ini untuk pertama kalinya remaja sadar akan kesepian yang tidak pernah dialaminya pada masa-masa sebelumnya. Disinilah mulai timbul dalam diri remaja itu dorongan untuk mencari pedoman hidup yaitu mencari sesuatu yang dapat dipandang bernilai, pantas dijunjung tinggi dan dipuja-puja. Proses penemuan niali-nilai hidup melewati 3 langkah, yaitu:

  1. Pada taraf ini sesuatu dipuja itu belum mempunyai bentuk tertentu, sehingga seringkali mareka hanya tahu bahwa mereka itu menginginkan sesuatu, tetapi tidak tahu apa yang diinginkannya itu.
  2. Pada anak pria sering Nampak aktif meniru sedangkan anak wanita kenyakan pasif, mengagumi dan memuja dalam khayal.
  3. Para remaja muali dapat menentukan pilihan atau pemikiran hidupnya.
  1. Masa usia mahasiswa

Berusia 18-30 tahun, pada usia mahasiswa banyak peristiwa-peristiwa yang perlu untuk diperhatikan, antara lain yaitu : bila dilihat dari segi pertumbuhan, tugas perkembangan pada usia mahasiswa ini adalah pemantapan pendirian hidup, yaitu pengujian lebih lanjut pendirian hidup serta penyiapan diri dengan keterlampilan dan kemampuan-kemampuan yang digunakan untuk merealisasikan pendirian hidup yang telah dipilihnya.

Baca Juga :