KLHK Tanggapi Tuntutan Pemulung soal Larangan Plastik

KLHK Tanggapi Tuntutan Pemulung soal Larangan Plastik

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

(KLHK) keberatan jika pelarangan plastik dihapuskan. Sebab, pelarangan yang dilakukan pemerintah diarahkan untuk kantong dan alat makan plastik sekali pakai yang tidak bernilai ekonomis tinggi bagi para pemulung. Sebab, industri daur ulang tidak memberi harga tinggi untuk plastik-plastik tersebut.

“Industri menghargainya murah dan keinginan mengumpulkan (dari pemulung) sedikit,” jelas Kepala Seksi Daur Ulang Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah KLHK, Tyasning Pernamasari lewat sambungan telepon, Rabu (20/11).

Kemasan plastik sekali pakai ini diantaranya adalah sedotan

, kantong plastik, styrofoam, dan berbagai kemasan sekali pakai lainnya.

Lihat juga:Ada 3,7 Juta Pemulung, KLHK Diminta Tak Larang Plastik

“Arahan dari pemerintah adalah penghapusan kantong kresek dan alat makan plastik. Sebab, sebagian besar masyarakat sekali pakai buang. Sehingga beban lingkungannya jadi berat,” tuturnya.

Pernyataan Tyas ini menanggapi usulan Ketua IPI Pris Polly Lengkong.

Pris meminta agar pemerintah tidak melarang penggunaan plastik karena dianggap mengurangi pendapatan para pemulung.

Sehingga ia meminta pemerintah tidak melakukan pelarangan tapi menggalakkan penggunaan ulang plastik. Namun, menurut Tyas tuntutan tersebut sulit untuk dikabulkan.

“Jika diminta tidak melakukan pelarangan plastik demi kebutuhan pemulung ini beda konteks,” jelas Tyas lewat sambungan telepon, Rabu (21/11).

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/antivirus-apk/