Melenceng, Model Bisnis Bakti harus Diganti

Melenceng, Model Bisnis Bakti harus Diganti

Proyek yang tengah atau akan dikerjakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) bagi daerah Universal Service Obligation (USO) disarankan untuk dilakukan moratorium guna merancang model bisnis yang ideal dalam penggelaran jaringan telekomunikasi di daerah yang dianggap tak layak secara bisnis.

“Saran saya langkah yang tepat untuk BAKTI sekarang adalah berhenti sejenak

(Moratorium), lakukan koreksi kebijakan, dan tentukan langkah sebelum makin jauh berjalan ke arah yang salah dalam pemanfaatan dana USO,” ucap Sigit Puspito Wigati Jarot Pengamat Telekomunikasi kepada Media di Jakarta, Rabu (18/12).

Model bisnis yang dikembangkan BAKTI dalam menggelar jaringan di daerah USO belakangan ini menurutnya terkesan melenceng dari tujuan adanya iuran dana atau program USO.

“Saya pikir USO itu untuk daerah yang orang lain tidak masuk atau tidak bakalan masuk. Jadi harusnya tidak menjadi saingan yang lain. Kalau sudah ada yang lain, berarti sudah bukan daerah USO lagi,” katanya.

Ditambahkannya, dalam skema yang diterapkan BAKTI misalnya untuk penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut

(SKKL), ada satu pihak yang dijamin untung, sementara itu para penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi belum tentu beruntung membangun atau menyediakan jasa layanan di wilayah USO, bahkan terus wajib memberikan iuran kontribusi USO untuk mendukung model Public Private Partnership (PPP).

“Menjamin tetap untung ini yang sepertinya kurang tepat.

Disebut daerah USO itu karena secara ekonomi apalagi komersial gak feasible. Jadi gak untung, makanya disebut dan diperlukan yang namanya subsidi. Jadi, kalau Bakti mikirin untung itu udah kurang tepat. Kalau sudah bisa untung, mustinya gak makan subsidi, apalagi saingan sama yang kasih subsidi. Makanya saya kadang lihat BAKTI jadi sponsor di berbagai event saja sudah agak aneh, karena hidupnya kan dari subsidi. Saran saya, model-model bisnis yang harus untung itu dikoreksi, dikembalikan ke khittahnya USO,” tukasnya.

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/