Pelajar Siaga Bencana

Pelajar Siaga Bencana

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sekolah SMAN 3 Kota Bandung angkatan 92 bersama Forum

Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) mengadakan sosialisasi. Hal ini sebagai upaya pembelajaran tanggap bencana. Terutama, di kalangan siswa dan lingkungan sekolah.
Pelajar Tanggap Bencana – SMAN 3
SEBELUM SIMULASI: Sejumlah Siswa memerhatikan materi pada pelatihan penanggulangan bencana kepada siswa SMAN 3 Bandung, Jalan Belitung, Kota Bandung, kemarin (30/1). Pelatihan tersebut dilakukan sebagai uaya peningkatan kepedulian siswa terhadap potensi bencana di sekitar lingkungannya.

Bertempat di kampus SMAN 3, sosialisasi diikuti oleh siswa kelas 10 dan 11 kemarin (30/1). Terutama, lima ekstrakulikuler (ekskul) yang menjadi pioner tanggap bencana. Yaitu, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Pecinta Alam, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR) dan Keamanan Sekolah.

Perwakilan alumni Afra mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bakti alumni kepada sekolah.

Sehubungan dengan alumni yang memiliki aktivitas dan kapasitas. ”Kebetulan angkatan 92 punya alumni yang aktif di bidang kebencanaan,” katanya.

Menurut Afra, kesadaran peduli terhadap bencana pun sangat ditekankan dalam sosialisasi ini. Karena, bencana bukan hanya terjadi karena kondisi alam saja. Tetapi juga berasal dari yang ada di sekitar. ”Seperti kebakaran,” ungkap Afra.

Sehingga, sosialisasi sangat perlu dilakukan karena pendidikan terhadap bencana sangat kurang. Melihat kondisi SMAN 3 yang tempatnya semakin padat yang cukup rawan timbul bencana kebakaran.

Selain berupa pelatihan, menurut Afra, kegiatan tersebut menunjukkan simulasi sederhana bagaimana melakukan evakuasi. Beberapa peta lokasi sudah disiapkan sebagai alur prosedur evakuasi. Berhubung, gedung SMAN 3 yang cukup tinggi dan luas.

Afra mengatakan, kegiatan itu merupakan tahap awal sosialisasi tentang kebencanaan.

Ke depannya, pelatihan akan dilakukan secara berkelanjutan. ”Bahkan, akan diundang juga dari sekolah-sekolah terdekat,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan Indeks Rawan Bencana Indonesia yang dikeluarkan oleh PNPB tahun 2011, Jawa Barat menempati peringkat kedua sebagai provinsi dengan tingkat kerawanan yang tinggi. Salah satu faktornya adalah banyaknya ancaman yang ada di Jabar seperti gunung api, gerakan tanah, banjir, longsor, kekeringan, gempa bumi, tsunami serta angin puting beliung.

Selain itu, tingkat kerawanan yang tinggi ini juga disebabkan oleh faktor populasi. Jawa Barat dengan 44 juta penduduk menjadi provinsi dengan kerawanan bencana yang tinggi di Indonesia. Faktor lain adalah ketahanan Jawa Barat.

Sehingga, melalui sosialisasi yang dilaksanakan sebagai tahap awal ini, Afra berharap, masyarakat ikut sadar terhadap bencana. Karena, bencana selalu datang tidak terduga dan tidak terjadwal. Jika sudah sadar dan peduli, penanggulangan dan penyelesaian bencana pun dapat diperkirakan

 

Baca Juga :