Pemkot Yogyakarta Mulai Tetapkan Sekolah Ramah Anak

Pemkot Yogyakarta Mulai Tetapkan Sekolah Ramah Anak

Pemerintah Kota Yogyakarta berencana merealisasikan program Sekolah Ramah Anak.

Program ini sebagai perwujudan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Kota Layak Anak, yang dibuat untuk menjamin terpenuhinya hak anak. Dalam Perda itu, terdapat tiga komponen ramah anak, yakni sekolah, kampung, dan pelayanan kesehatan.

“Pemenuhan hak anak dalam Perda Kota Layak Anak (KLA) diarahkan melalui pengembangan sekolah ramah anak, pelayanan kesehatan ramah anak dan kampung ramah anak,” kata Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (KPMP) Kota Yogyakarta, Lucy Irawati kepada Edupost.id.

Sekolah ramah anak ini sekurang-kurangnya akan ditetapkan di setiap kecamatan

untuk masing-masing jenjang pendidikan. Penetapan sekolah ramah anak ditujukan untuk menjamin pemenuhan hak anak agar aman, nyaman, dan terbebas dari kekerasan serta diskriminasi sehingga sekolah bisa menjadi ruang belajar bagi anak atas berbagai nilai kehidupan.

Sekolah, lanjut dia, perlu memenuhi berbagai fasilitas guna mendukung pemenuhan hak anak, seperti adanya peraturan dan kebijakan, program Usaha Kesehatan Sekolah, kantin yang sehat dan ketentuan lainnya. Untuk merealisasikan program ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat.

Namun demikian, Lucy mengatakan, pihaknya masih belum menetapkan sekolah ramah

anak yang dimaksud. Aturan teknis mengenai ketentuan sekolah ramah anak dan layanan kesehatan ramah anak akan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Wali Kota Yogyakarta. “Untuk saat ini, kami belum menetapkan sekolah ramah anak, baru dalam tahap pengenalan saja,” katanya.

Selain Sekolah Ramah Anak, KPMP juga tengah merumuskan Pelayanan Kesehatan Ramah Anak dan Kampung Ramah Anak. KPMP akan mulai berkomunikasi secara intensif dengan berbagai pelayanan atau fasilitas kesehatan dimulai dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit agar lebih memperhatikan hak anak saat memberikan pelayanan. Pelayanan kesehatan pada anak tentu berbeda dengan pelayanan kepada orang dewasa. Hal ini harus diperhatikan oleh tenaga medis.

 

Baca Juga :