Peraturan Indonesia Kendaraan Listrik Harus Mengeluarkan Kebisingan

Semua mobil listrik yang beroperasi di Indonesia harus dapat mengeluarkan suara agar lebih aman di jalan raya, sesuai dengan peraturan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. 

Peraturan pemancar kebisingan, yang diumumkan oleh kementerian pada hari Selasa, berusaha untuk mengurangi konsekuensi yang tidak diinginkan yang datang bersama dengan teknologi baru. 

Meski hanya sedikit mobil listrik yang dapat dilihat di Indonesia saat ini, pemerintah juga menyampaikan keprihatinan yang diajukan oleh negara-negara maju bahwa kurangnya peringatan yang terdengar pada mobil listrik dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Ada banyak anggapan bahwa kendaraan listrik yang senyap dapat menjadi ancaman terutama bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda.

“Untuk keselamatan jalan raya, kendaraan listrik yang masuk kategori M, N, dan O harus bisa mengeluarkan suara,” bunyi pasal 32 peraturan Kementerian Perhubungan.

Kategori M berarti mobil penumpang dan pengangkut orang termasuk bus, sedangkan kategori N dan O mengacu pada truk kargo dan van.

Kementerian tidak secara khusus mengatur jenis suara peringatan yang harus dikeluarkan oleh – seperti yang dikenal di Uni Eropa – sistem peringatan kendaraan akustik (AVAS), tetapi membatasi tingkat kebisingan hingga 75 desibel.

Kementerian mensyaratkan bahwa semua kendaraan listrik yang dibangun sebelum tanggal penerbitan peraturan harus mematuhi sepenuhnya dalam waktu empat tahun. 

Tapi EV baru yang sudah dalam tahap uji coba harus dilengkapi dengan komponen pemancar suara dalam dua tahun, katanya.

Aturan tersebut mulai berlaku sejak 22 Juni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *