Siswa SMP Akui UN Berbasis Komputer Lebih Memudahkan

Siswa SMP Akui UN Berbasis Komputer Lebih Memudahkan

Jumlah SMP penyelenggara Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

pada tahun ini mencapai hampir 25 kali lipat dari tahun lalu, yaitu dari 40 sekolah menjadi 984 sekolah, atau bertambah sebesar 2.360 persen. Saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMPN 30 Jakarta, Mendikbud Anies Baswedan sempat berbincang-bincang dengan siswa kelas IX yang menjadi peserta UN di sekolah tersebut. Sebagian siswa mengaku, penggunaan komputer lebih memudahkan mereka dalam menjalani ujian.

“Lebih enak, nggak makan waktu, nggak capek, karena nggak perlu ngebuletin (lembar jawaban), apalagi waktu mengisi identitas,” ujar Rajiv, siswa SMPN 30 Jakarta saat audiensi singkat dengan Mendikbud Anies Baswedan sebelum UN dimulai, Senin (9/5/2016).

 

Hal senada juga diungkapkan Dea, siswi di sekolah tersebut. “Nggak ribet melingkari jawaban,” tuturnya.

 

Mendikbud kemudian bertanya, apakah saat latihan atau simulasi UNBK di sekolah pernah mengalami mati listrik. “Soalnya nggak hilang kan?” tanyanya. “Tidak,” jawab siswa SMPN 30 serentak.
“Begitulah UNBK. Semua soal selamat, tersimpan, meski sedang mati lampu. Waktu tidak terbuang. Setiap komputer dihitung sendiri waktunya 120 menit,” ucap Mendikbud.

SMPN 30 Jakarta merupakan salah satu SMP yang baru pertama kali menerapkan UN berbasis komputer pada tahun ini. Tahun 2015 lalu, sekolah tersebut masih menggunakan UN berbasis kertas dan pensil. Kepala SMPN 30, Mulyana, mengatakan, salah satu persiapan UNBK yang dilakukan di SMPN 30 adalah mengikuti simulasi dari kementerian (Kemendikbud) sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan Januari, Maret, dan April 2016.

 

“Kami juga ada simulasi offline. Jadi siswa belajar sendiri di rumah dengan menggunakan komputer

atau laptop sendiri,” kata Mulyana di Gedung SMPN 30 Jakarta, Senin (9/5/2016). Ia mengatakan, para siswa tidak mengalami masalah selama beradaptasi dengan uji coba atau simulasi untuk UNBK.

UNBK di SMPN 30 Jakarta diikuti 312 siswa yang dibagi menjadi empat ruang. Masing-masing ruangan tersedia 30 unit komputer. Sebanyak 26 unit komputer digunakan untuk 26 siswa dalam satu ruangan, sedangkan empat komputer sisanya merupakan komputer cadangan. Satu hari pelaksanaan UNBK di SMPN 30 terdiri dari tiga sesi, sehingga dalam satu sesi ada 104 anak yang menjalani ujian. UN SMP akan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 9 s.d 11 Mei 2016.

 

Sumber :

https://www.ayoksinau.com/