Tiga Guru SMAN di Bogor Gagal Jadi Kepsek

Tiga Guru SMAN di Bogor Gagal Jadi Kepsek

Tiga guru di Kota Bogor, seorang di antaranya guru SMAN 10 dan dua guru SMK Negeri 4 dan SMK

di Kota Bogor, dipastikan akan gagal menjadi kepala sekolah. Hal ini dikarekanakan, para kandidat gagal dalam uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Bidang Guru Ketenagaan (GTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Padahal, sebelum menerima sertifikat calon kepala sekolah dan memiliki nomor unik calon kepala sekolah (NUCKS), ketiga guru tersebut telah mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) di Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) selama tiga bulan di Koa Solo, Jawa Tengah.

“Kami tidak tahu pak, kenapa hanya tiga orang dari Kota Bogor saja yang tidak lulus calon kepala sekolah

. Sedangkan dari kota lainnya semua lulus,” ujar salah Didi yang merupakan salah seorang guru di SMAN 10 Kota Bogor kepada Metropolitan, kemarin.

Ia mengaku, telah lulus dalam diklat LP2KS dengan memiliki sertifikat. Padahal, teman seangkatannya di LP2KS Solo dinyatakan lulus calon kepala sekolah, dalam test/uji kompetensi tersebut.

“Pengangkatan kepala sekolah harus berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan

(Permendikbud) Nomor 28 Tahun 2010, tentang pengangkatan kepala sekolah. Yah, setidaknya harus mengikuti diklat calon kepala sekolah dulu, di lembaga yang ditunjuk oleh Kemendikbud, yaitu di LP2KS Solo,” beber Didi

Menurutnya, seharusnya pembatalan sertifikat dan nomor unik calon kepala sekolah yang telah diperolehnya, tidak hanya terjadi terhadap dirinya, namun juga harus berlaku terhadap alumni LP2KS Solo lainnya.

 

Baca Juga :